Minggu, 01 Mei 2011

TIPS : MUDAH MENJALANKAN SHALAT SUBUH

Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat subuh, hati-hatilah bila Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi (shalat). Anda akan ditimpa kemalasan, fathir (turun kemulian), lemah, dan terus berdiam diri.

Saya pingin berbagi tips yang akan membantu kita menjaga shalat subuh, tanpa meninggalkan sarana lain yang dibutuhkan. Semoga Allah SWT selalu menjaga iman kita dan melimpahkan taufikNya.

1. Ikhlas

Ikhas adalah kunci yang paling utama dan terpenting dalam membantu kita bagun shalat subuh, tanpa keikhlasan seseorang tidak akan bisa melaksanakan shalat subuh secara teratur. Shalat subuh merupakan pembeda antara orang-otang yang ikhlas dengan orang-orang yang munafik.
Ikhlas merupakan sarana yang paling utama untuk menjaga shalat subuh, dan sarana paling utama dalam segala amal kebaikan dan ketaatan. Setan begitu mudah menggoda setiap hamba, kecuali yang ikhlas diantara mereka.

2. Tekad yang Kuat

Kalau seseorang muslim betul-betul merasakan tingginya nilai shalat subuh, maka dia akan mengatur seluruh kehidupannya agar bisa bangun untuk shalat Subuh. Kemauan dan tekad akan muncul, manakala kita  memiliki keseriusan dan kejujuran sehingga kita akan benar-benar mempersiapkan untuk shalat subuh.
Contohnya, kalau tidur terlambat, kita akan memasang weker atau mengusahakan apa saja yang dapat membantu kita untuk shalat subuh.

3. Doa

Doa mempunyai peran yang sangat penting. Lakukan doa sebagai rutinitas harian, dengan memohon agar Allah memberikan kesempatan untuk melaksankan shalat subuh berjamaah. Rasulullah selalu mengajari doa ketika tidur, karena tidur sangat dekat dengan kematian sehingga sudah selayaknya kalo kita berdoa kepada Allah yang menguasai ruh supaya dikembalikan pada waktu shalat subuh atau sebelumnya.

4. Memperhatikan Cara Tidur

Cara tidur kita akan berpengaruh besar dengan bangun tidur kita, maka sangat diperlukan mengetahui cara tidur yang benar yang dianjurkan Rasulullah :
- Tidur Lebih Awal
- Berwudhu sebelum tidur
- Miring ke kanan
- Berdoa

5. Jangan Kekenyangan

Pada dasarnya, manusia tidak diperbolehkan banyak makan ketika menjelang tidur. Makan banyak sebelum tidur akan begitu menyusahkan badan. Tidur pun menjadi gelisah, serta mengganggu kesehatan. Lama- kelamaan berat badan pun bertambah, susah gerak, malas-malasan dan akhirnya tidak sanggup bangun di waktu subuh.

6. Mengingat - ingat Keutamaan Waktu Fajar

Selalu mengingat hadist tentang keutamaan shalat subuh, bila perlu ditulis di kertas dan gantung di tempat yang kita bisa melihat setiap saat agar kita selalu mengingat terhadap semua keutamaan shalat subuh.

Manfaat mencatat hadist-hadist keutamaan shalat subuh:
- Catatan ini dapat mengingatkan anda terhadap pahala shalat subuh secara terus menerus, sehingga kita tidak lesu untu bangun.
- Sekalipun kita memelihara shalat subuh tiap hari, namun terkadang kita lupa akan besarnya pahala dalam shalat ini. Sehingga, aktivitas shalat subuh berubah menjadi rutinitas tanpa ruh (semangat) dan kecintaan. Akan tetapi dengan membaca satu hadist setipa hari akan keutamaannya, keindahan dan kenikmatan untuk taat kepada Allah senantiasa ada di dalam hati.
- Sering melihat hadist akan membuat hafal. Apa yang dihafal itu membantu Kita mengingatkan orang lain dengan keutamaan yang tinggi.
- keluarga yang tinggal bersama kita akan melihat tulisan ini. Apabila ada orang yang tidak menjaga shalat subuh, hadist-hadist ini seakan telah mengingatkan mereka. Mudah-mudahan mereka menjaganya, sehingga Kita akan mendapatkan pahala dari amal mereka dan tanpa berkurang sedikitpun.

7. Ajaklah Orang Lain

      Yakinlah, Allah tentu membantu kita, tatkala Dia melihat Kita mengajak orang lain untuk melaksankan kewajiban itu. Usaha yang terus menerus di jalan Allah, niscaya Allah akan menjamin Kita untuk selalu berhubungan dengan-Nya.
Mulailah dari keluarga, anak-anak, istri dan saudara-saudara serta kedua orang tua Anda.
     Apabila kita merasa berat dalam shalat subuh, maka jangan berharap orang-orang yang Kita cintai bisa mengerjakannya juga.
      Ketahuilah, semua ini hak keluarga Kita, bukan suatu keistimewaan. Bahkan ini adalah kewajiban Kita.
Rasulullah pernah bersabda:

"Masing-masing kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua bertanggung jawab dengan apa yang kalian pimpin. Seorang Imam pemimpin dan dia bertanggung jawab atas apa yang dia pimpin, dan seorang laki-laki pemimpin keluarganya dan dia bertanggung jawab dengan apa yang ia pimpin. Seorang perempuan adalah pemimpin ia di rumah suaminya dan ia bertanggung jawab dengan apa yang ia pimpin. Seorang hamba adalah pemimpin harta tuannya dan ia bertanggung jawab dengan apa yang pimpin"




Sumber : Misteri Shalat Subuh, Dr. Raghib As- Sirjani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar